cookieChoices = {}; Nggak Usah Dibaca Langsung ke konten utama

Nggak Usah Dibaca



Assalamu'alaikum. Wr. Wb


Entah kejedot apa, tapi hati Devy lagi tenang sekarang. Yah, itupun jika kalian dapat memperhatikan dari gaya menulisku yang terkesan lebih lembut.

Untuk lagu pengiring di sore hari dengan hujan rintik-rintik ini adalah "Always by 5Who". Sekilas feeling buat yang belum tahu. Lagu ini adalah lagu duet yang menceritakan cinta dan diiringi musik yang lambat serta ringan. Recommended buat para jomblo ditengah gerimis.

Sebenarnya tidak hal penting apapun yang bisa Devy ceritakan. Sedikit curhat, Devy kan gadis 17 tahun yang duduk dibangku kelas 12 SMA IPA, jadi sibuk sama Try Out dan ujian praktek. Jadi harap maklum kalau Devy malas ngeblog setahun ini.
Bukan begitu! Devy hanya terlalu lelah bukannya ingin melupakan kalian. Sungguh! Devy udah silangkan jari kaki nih! Jari tangan juga deh!


Yaudah ya! Judulnya aja "Ngga Penting", ya isinya juga!
Devy izin tidur dulu ya! Selamat malam semuaaa...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Remaja : Bosan...

           Udara dingin dan aroma hujan menemaniku dalam kegalauan hati. Hujan gerimis yang sejak tadi belum mereda menjadi teman menunggu dibawah pohon. Ku termenung sambil melayang dalam lamunan. Terbang dalam mimpi bak daun yang gugur tertiup angin. Sejenak aku memikirkan tentang keadaanku, keadaan ketiga kakakku, keadaan rumah lalu kembali lagi ke diriku. Lalu kualihkan kedalam buku tebal yang selalu menemaniku beberapa hari ini.            Ditengah jalan cerita dalam novel, seekor semut merah datang mengajakku bermain. Ku ikuti arah jalan semut merah yang bergerak mengelilingi tanganku. Lalu beralih ke novel yang aku pegang. Mungkin semut juga ingin tahu bagaimana Tara bisa bersatu kembali dengan kakaknya, pikirku dalam hati. Tapi bagaimana mungkin semut bisa membaca novel yang hurufnya saja lebih besar dari tubuhnya. Perlahan senyumku mengembang. Ku letakkan tanganku kembal...

Cerpen Remaja : Cinta dari Surga

         Malam itu aku sedang sibuk menanti di halte bis. Tanganku hanya berkutat antara handphone dan gantungan tas mungilku. Ditengah hujan yang deras dengan diselimuti angin sejuk yang dibawanya, kurasakan indahnya hujan dimalam hari. Aku duduk menyendiri di ujung kursi halte, menjadikan malam ini milikku seorang. Anganku terbelai oleh permainan manis Yiruma yang aku putar dari earphone. Nilai tambah untuk kesempurnaan malam ini.           Ku coba menutup mata agar dapat tenggelam dengan lagu indah itu. Dan kurasakan duniaku yang lembut, damai, dan tenang. Lima menit, ya kurasa hanya lima menit aku menyisipi surga kecilku. Karena anganku telah berakhir sejak ku dapati seseorang duduk disampingku. Ku buka kedua mataku bersamaan dan mengarahkannya ke derajat dimana aku merasa terganggu.          Mataku terpesona dan terperangga dengan ciptaan Tuhan k...