cookieChoices = {}; Soundtrack Anime Menghanyutkan Langsung ke konten utama

Soundtrack Anime Menghanyutkan

 Hai...
Kalo ngomong soal kartun anime pasti ngga lepas dari soundtrack - soundtracknya yang indah.
Bagai nafas dari surga yang menyentuh telinga kita...

So beautiful..

 Nah, karena Devy pengen sombong kalo Devy udah banyak nontin anime terutama kartun, makanya Devy ingin bagi-bagi lagu yang menurut Devy paling menyentuh kayak kain.

GILA... GUE BANGET TUH LAGU

Cekidot !!!

1. Ayumi Hanasaki - Hanabi
2. Utada Hikaru - Final distance (Instrument)
3. Anohana - Secret Base
4.Ayumi Hamasaki - Voyake

 Walaupun berbeda bahasa, kita ngga boleh patah menyerah. So,  jangan ngarep kalo Devy kasih liriknya buat bantu kalian. Emang kalian ngga malu apa? Masa minta sama anak kecil.

Aku bilangi papa lho!
Udah aja kali ya. Bye ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Remaja : Diduakan

Aku tengah duduk bersila ditengah ruangan yang akrab kumasuki. Cat warna biru laut yang terlihat pudar menandakan umur ruangan ini. Buku-buku tertata rapi di rak yang menempel pada sudut ruangan. Kasur berataskan kain berwarna hijau mencekung. Di jendela terdapat dream cacther, hadiah dari sahabatku. Inilah kamarku. Sepi, rapi dan tak ada yang spesial. Tatapanku tertuju pada layar handphone yang sudah ketinggalan zaman. Aku terus melihat pesan terakhir yang ia kirimkan padaku. Pesan sapaan pagi yang biasa ia kirimkan dengan gambar bunga kecil diujungnya. Dibawah pesan itu tertera 1 Juni 2015, satu bulan yang lalu. Pesannya masih sama seperti dulu. Aku yang berubah. Aku mengingat peristiwa yang terjadi sehari sebelum pesan itu dikirim. Aku yang dulu penuh kasmaran dan diselimuti rindu padanya tengah berjalan sambil membawa mie instan untuk persediaan rumah selama seminggu. Jalan yang kulewati memang bukan jalan raya untuk kendaraan, tapi penuh sesak oleh para karyawan p...

Curhatku Lagi

Hai semuaa... Aku ingin sedikit curhat, *Sedikit galau tapi tetap eksis... Apa kalian pernah pergi ke taman hiburan waktu kecil? Ke pasar malam? Dulu, kami ( aku dan keluargaku ) sering kesana bersama. Kami saling berjalan sambil melihat-lihat para pedagang. Sayangnya, kami tak pernah bicara. Kami saling suka diam, menjaga harga diri masing-masing meskipun itu sebenarnya tidak perlu. Beberapa waktu lalu, keluargaku tidak mau lagi kesana. Mereka bilang jika mereka sudah bosan dengan keramaian itu. Sehari kemudian, temanku mengajak kesana bersama. Aku menolak. Aku rasa hal itu juga tak harus dilakukan. Aku dan dia sudah bukan lagi anak kecil. Kami akhiri pertemuan itu dengan sei\dikit pertengkaran kecil. Sore hari sebelum pasar malam itu berakhir. Aku pergi kesana sendirian. Disana tak seramai dulu. Ada beberapa anak kecil dan keluarganya. Ada pedagang-pedagang yang saling lesu membicarakan sepinya pasar malam itu. Ku dengar, pasara malam kali ini sangat sepi sejak...