cookieChoices = {}; Coffe Art nan cute Langsung ke konten utama

Coffe Art nan cute

Hello para Reader tercinta...
Gimana kabarnya? Pasti ada yang sedang sedih atau malah sedang senang hari ini.
Kalau gitu, yang senang aku kasih selamat dan yang sedih aku kasih uang buat jajan.
Hehehe... bercanda kok!

Gini lho! aku hari ini mau post tentang suatu hal yang sesuatu banget!
Yaitu *backsound: Jreng jreng

Coffe ART
Gimana? Gimana? Berminat?
Sayangnya Devy belum bisa ngasih tahu gimana caranya buat Coffe Art yang ciamik. Tapi Devy bisa kasih motivasi atau kayak ilham gitu lah... *(Ilham) : "ha?"

Nih, Devy punya beberapa gambar Coffe Art yang sya'i deh!
Langsung aja. Ce to the kidot!
Cekidot!!
















Gimana?
Cakep lah ya!

Kalo udah bisa buat yang sebagus diatas, jangan lupa calling Devy di c-box chat!
Devy akan share'in ke sobat-sobat Devy dirumah.


Oke deh, Devy anggap posting hari ini udah cukup ya. Kalo mau save as boleh aja kok!
Devy lanjutkan ke entry selanjutnya!
Kalo mau ikuti lagi, coba klik label "Spesial"

Devy
BYE....
:D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Remaja : Bosan...

           Udara dingin dan aroma hujan menemaniku dalam kegalauan hati. Hujan gerimis yang sejak tadi belum mereda menjadi teman menunggu dibawah pohon. Ku termenung sambil melayang dalam lamunan. Terbang dalam mimpi bak daun yang gugur tertiup angin. Sejenak aku memikirkan tentang keadaanku, keadaan ketiga kakakku, keadaan rumah lalu kembali lagi ke diriku. Lalu kualihkan kedalam buku tebal yang selalu menemaniku beberapa hari ini.            Ditengah jalan cerita dalam novel, seekor semut merah datang mengajakku bermain. Ku ikuti arah jalan semut merah yang bergerak mengelilingi tanganku. Lalu beralih ke novel yang aku pegang. Mungkin semut juga ingin tahu bagaimana Tara bisa bersatu kembali dengan kakaknya, pikirku dalam hati. Tapi bagaimana mungkin semut bisa membaca novel yang hurufnya saja lebih besar dari tubuhnya. Perlahan senyumku mengembang. Ku letakkan tanganku kembal...

Cerpen Remaja : Cinta dari Surga

         Malam itu aku sedang sibuk menanti di halte bis. Tanganku hanya berkutat antara handphone dan gantungan tas mungilku. Ditengah hujan yang deras dengan diselimuti angin sejuk yang dibawanya, kurasakan indahnya hujan dimalam hari. Aku duduk menyendiri di ujung kursi halte, menjadikan malam ini milikku seorang. Anganku terbelai oleh permainan manis Yiruma yang aku putar dari earphone. Nilai tambah untuk kesempurnaan malam ini.           Ku coba menutup mata agar dapat tenggelam dengan lagu indah itu. Dan kurasakan duniaku yang lembut, damai, dan tenang. Lima menit, ya kurasa hanya lima menit aku menyisipi surga kecilku. Karena anganku telah berakhir sejak ku dapati seseorang duduk disampingku. Ku buka kedua mataku bersamaan dan mengarahkannya ke derajat dimana aku merasa terganggu.          Mataku terpesona dan terperangga dengan ciptaan Tuhan k...