cookieChoices = {}; Park Shi Hoo's profile Langsung ke konten utama

Park Shi Hoo's profile

Anyeong...

Aku itu sukaaa banget sama Park Shi Hoo. Tahu kenapa?
Soalnya dia tampan dan berkharisma gitu deh... *jadi maluuu u,u

Park Shi Hoo ini pertama kali kenal lewat drama "Princess Prececutor" dan akhirnya terus berlanjut hingga drama nya "Alice in Cheongdamdong". Dari semua drama, dia pasti jadi sosok yang dewasa, berkuasa dan sedikit misterious. Dia juga selalu diperankan sebagai orang dari kaum atas yang penuh dengan kegemilangan harta dan jabatan. Habis dia kelihatan cocok - cocok aja sama peran - peran itu. Ahh... jadi terbang....

Park Shi Hoo

  • Name           : 박시후 / Park Shi Hoo (Bak Si Hoo)
  • Real name   : 박평호 / Park Pyung Ho (Bak Pyeong Ho)
  • Profession   : Actor
  • Birthdate     :15 February 1977
  • Height          : 182cm
  • Weight         : 70kg
  • Star sign      : Aquarius
  • Blood type   : B
  • Family          : Father (fashion/CF model), mother, younger brother/baseball player Park Wu Ho
  • Talent agency: EYAGI Entertainment

Bagi yang pernah lihat si tampan ini, pasti lewat salah satu drama dibawah ini. Ngaku aja deh!
Hahaha...

Karena kita sama, hehehe...

  • Family's Honor | Gamunui Yeongkwang (SBS / 2008-2009) as Lee Kang-Suk (Chun-Kap's son)
  • Perfect Neighbor | Wonbyeokhan Yioteul Mannineun Beom (SBS / 2007) as Yoo Joon-Suk

Dia juga main fim, mungkin kalian udah lihat kali yah...


  • Confession of Murder (2012)
  • Mr. Bullet (2007)
Sekedar kasih tahu aja, lihat mini dorama deh di Youtube.com. Dia masak lho! Pokoknya dia tampan banget waktu itu...

Oh, ya. Pacarku ini juga dapat banyak penghargaan karena aktingnya yang total.  Let's see....

  • 2011 Style Icon Awards (SIA): SIA’s Discovery
  • 2010 MBC Drama Awards: Excellence Award, Actor (Queen of Reversals)
  • 2009 SBS Drama Awards: Special Production Actor Award (Family’s Honor)
  • 2007 SBS Drama Awards: New Star Award

Siap buat gambar cute lainnya...
Oke....


















Jadi tambah sayang. Saranghaeyoo oppa...

Udah dulu yah artikel ini. Bye...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Remaja : Missing You

Rasanya semua berjalan terlalu cepat. Kita berkenalan, kemudian bercerita tentang banyak hal sampai aku merasa bahwa kamu adalah milikku. Kamu membawa perasaan aneh pada hatiku. Setiap hari rasanya hanya ingin bertemu denganmu, atau hanya sekedar saling berbicara di telefon. Entah mengapa semua waktu kosong dalam hariku sudah terpenuhi dengan namamu. Hanya dengan memikirkanmu bisa membuat perasaanku tak karuan. Hariku yang biasa berganti penuh senyum tiap kali membayangkan hidupku denganmu.   Perasaanku tiap detiknya semakin dalam padamu. Kisah yang awalnya hanya ingin berteman, kini berharap lebih. Ada perasaan takut kehilangan walaupun kamu ada disampingku. Cemburu seakan sudah bersarang dalam hatiku. Otak dan jiwaku seakan dibawah kendalimu. Rasanya sesak aku bernafas ketika jauh dan takut ketika bersama. Aneh, aku tidak pernah menyukai sesuatu terlalu berlebihan seperti saat ini. Aku membayangkan diriku bagai drakula yang meminta darah darimu. Tak bisa hidup tanpa ...

Cerpen Remaja : Kebodohanku Karena Cinta

            Jika saja aku melepaskanmu lebih cepat, pasti tidak akan sesakit ini. Jika saja aku mengikuti logika dan pergi menjauhimu, pasti aku tidak menjadi gadis bodoh seperti ini. Dan jika saja kita tidak pernah bertemu, maka aku akan tetap gadis biasa yang tak mengenal rasa dari dikhianati. Semua itu diawali dengan kata jika yang tak mungkin lagi dapat aku ambil. Sekarang hanya tertinggal bayanganmu bersama air mataku yang terbuang sia-sia.             Kamu membuang banyak rayuan yang membuat gadis manapun terlena. Bahkan dengan teganya, kamu menipu gadis pendiam sepertiku dengan mimpi manis dari cinta. Tak heran jika kamu berani mengumbar kasih pada wanita lain didepanku. Aku benar-benar gadis bodoh yang mau diperdaya olehmu. Ya, aku menyesal telah mengenal cinta darimu.             Kamu tidak pernah tahu ...

Cerpen Remaja : Harapan, Cepatlah Datang

            Ku pandangi awan yang menghitam ditiup angin. Suara ribut dari langit seakan menjadi simfoni yang tepat bagiku sekarang. Kilatan cahaya terkadang juga menyapa, membuka dunia dari gelapnya mendung. Bahkan cahayanya cukup untuk membuat mata ini teringat kenangan terakhir kita dalam kilasan cepat. Pertemuanku denganmu yang mengakhiri semuanya. Hubungan, cinta dan hidupku terputus sejak hari itu. Hari aku memulai tangis yang berkepanjangan.         Tetes demi tetes langit mulai berjatuhan ke perut bumi. Bersamaan dengan jatuhnya hujan, air matakupun ikut melayang bersamanya dan lamunanku pergi ke saat-saat aku merindukanmu. Hari dimana aku duduk disudut ruangan menanti kedatanganmu meski aku tahu kau tak akan pernah datang. Hari dimana aku menjadi pecandu pada senyummu yang melegakan dahagaku. Hari dimana aku bisa memanggil namamu dengan ringan dan penuh cinta. Tapi ...