cookieChoices = {}; Taman Bunga Hitachi Seaside Langsung ke konten utama

Taman Bunga Hitachi Seaside


Selamat Hari Kartini all!
Hari ini memang sudah lewat satu hari untuk hari kelahiran ibu Kartini, tapi masih dengan suasana Kartini bukan? Iya aja deh!
Hehehe...

Sebelumnya saya ingin menyampaikan banyak-banyak terima kasih dengan Almh. ibu Kartini yang sudah membebaskan seluruh wanita bangsa dari keterbelengguan batas gender. Tepuk tangan buat Raden Kanjeng Kartini!
Terus juga, terima kasih juga untuk para ibu didunia yang sudah tak kalah luar biasa dengan pahlawan negara. Tanpa mereka-mereka, tak akan ada hidup didunia ini.
Super sekali!

Lanjut!
Sekarang entry yang saya sudah mimpi-mimpikan dari kemarin. Yang berjudul "Taman bunga nan mempesona, Taman hitachi seaside, Jepang"
Ada yang sudah kenal dengan taman ini?
Bagi yang sudah kesana, tolong sekali aja... ajak deh yang buat entry ini kesana :D
Bagi yang belum kesana, mari kita berdoa bersama agar dapat kesana nanti. Dan kalo udah punya tiket, Devy tetap ajak ya!
Hahaha...

Taman bunga Hitachi ini terletak di negara Jepang, tepatnya ada di Hitachinaka, Ibaraki. Disini ada lebih dari 30.000 bunga atau bisa disebut juga tumbuhan Kochia yang dapat kamu and kamu lihat perubahan warnanya pada bulan-bulan tertentu.
Taman dengan luas 153,2 heaktar ini memiliki bunga yang paling terkenal yaitu bunga emophilas Biru. Nemophilas memiliki ciri khas kelopak biru transparan. Selama musim semi, lebih dari 4,5 juta Nemophilas Biru tumbuh mekar di seluruh taman. Periode dimana bunga ini tumbuh mekar sering disebut dengan istilah “Nemophilia Harmony”. 

Tak hanya bung itu saja tentunya yang terkenal tapi juga ada bunga Daffodils dan Tulip yang mekar di musim semi, Nemophila dan Mawar yang mekar di musim panas serta Kochia dan Kosmos yang mekar di musim gugur. Taman Hitachi Seaside sebelumnya hanya seluas 3,5 hektar, yang kemudian diperluas menjadi 153,2 hektar seperti saat ini. Kedepannya, taman ini akan diperluas lagi menjadi 350 hektar. Selain pemandangan indah bunga-bunga, taman Hitachi Seaside dilengkapi dengan fasilitas hiburan dan jalur bersepeda.

Yuk, kita lihat gambar-gambar yang sudah Devy persiapkan untuk anda-anda semua.
Cekidot...

  




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ndak Penting #Sloo

Hai, ini aku lagi. Aku harap masih ada bagian dariku yang mengingatkan kalian padaku dulu. Ya, dulu. Dulu ketika aku masih bisa tidur karena ngantuk dan masih bisa menonton semua serial tv yang aku sukai. Sekarang itu semua seakan hanya sebuah mimpi yang terkadang terwujud dalam beberapa jam saja. Kenikmatan itu ada, tapi hanya sebagian kecilku yang dulu. Maafkan aku jika isi entry ini sama sekali tidak penting. Aku hanya sedang bosan diantara laporan dan segala draft jadi yang harus aku kerjakan malam ini. Entah terbentur apa hingga aku teringat blog ini. Blog kekanakan dan lebay, kata kakakku. Aku serius. Aku sangat kesepian. Aku sangat kesepian di keramaian khalayak kampus yang berjubel. Aku masih kosong disaat jadwal harianku penuh dengan deadline. Hatiku tetap beku meskipun sering berlari ke kampus di siang hari. Aku merasa tak ada perubahan signifikan dari hatiku. Aku masih rapuh namun berlagak tangguh. Tak pernah berkawan, Tak pernah mengenal cin...

Multiple Intellegence

Mari kita memulai dari hal yang sederhana seperti definisi cerdas pada dasarnya. Bayangkan sejenak apabila anda ditengah perjalanan namun kendaraan anda tiba-tiba mogok, siapakah orang yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut? Apakah seseorang dengan gelar doktor dari universitas terkemuka sepintar Albert Einstein atau seorang montir lulusan SMP? Jelas jawaban yang tepat adalah montir dimana keahliannya pada mesin kendaraan anda sudah terjamin. Dari sinilah kita mulai mengubah pemikiran mengenai pengertian cerdas. Pada dasarnya kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan, bukan sekedar skor yang ada pada tes IQ ataupun gelar. Kecerdasan adalah kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman seseorang. Howard Gardner, seorang psikolog terkenal yang menantang keyakinan lama mengenai makna cerdas. Gardner berpendapat bahwa masyarakat umumnya terlalu memusatkan perhatian terhadap pemikiran ve...

Satu Bulan Tanpamu

Aku tiba satu jam sebelum Kedai Ramen Takashima ini tutup. Ramen ini   dengan tipikal kebanyakan warung mie pingir jalan dengan bangku pelanggan memanjang di stand-stand mie yang menyatu dengan kedai bagian dalam. Nuansa merah dan emas dengan poster-poster bertuliskan aksara Hiragana dan Katakana , berpadu dengan kehangatan aroma kuah mie. Tak banyak pelanggan di tengah malam ini membuatku cepat dilayani oleh pramuniaga muda. Aku segera mengucap Chicken Ramyun kepada pramuniaga yang tampak seperti umumnya murid part time . Aku duduk dibalkon depan kedai. Jasmine ocha yang disajikan gratis menjadi temanku menatap langit Soeul.   Kilauan bintang terlihat samar diantara lampu-lampu jalan. Aku mengeluarkan ponsel mungil dari tas hitam jadul hadiah dari ibuku. Aku menatap lama ponsel buatan Korea itu lama. Tak ada pesan ataupun panggilan. Aku letakkan kembali ponsel itu dan mulai memakan Ramyun yang sedari tadi menunggu untuk disantap. Tanpa sadar setetes air...