cookieChoices = {}; Almost is Never Enough Langsung ke konten utama

Almost is Never Enough

I'd like to say we gave it a try
I'd like to blame it all on life
Maybe we just weren't right,
But that's a lie,
That's a lie

And we can deny it as much as we want
But in time our feelings will show
'Cause sooner or later, we'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows


{Reff:}
Almost
Almost is never enough
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each others arms

And we almost
We almost knew what love was
But almost is never enough


If I could change the world overnight
There'd be no such thing as goodbye
You'll be standing right where you were
And we'd get the chance we deserve

Try to deny it as much as you want
But in time our feelings will show
'Cause sooner or later, we'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows

{Back To Reff:}
Almost
Almost is never enough
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you, oh
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each others arms

And we almost
We almost knew what love was
But almost is never enough

(Huh) oh, huh oh
(Oh baby) hmm
(You know) oh
(You know baby)
(Almost)
Baby baby baby (is not enough baby)
(You know) huh huh
(Huh yeah)

And we can deny it as much as we want
But in time our feelings will show
'Cause sooner or later, we'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows

Almost
Almost is never enough (is never in enough babe)
(We were) so close to being in love (So close)
If I would have known that you wanted me (that you wanted me)
The way I wanted you, babe
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each others arms

And we we almost
We almost knew what love was (baby)
But almost is never enough


(Huh)
(Oh baby) almost
(You know) hey
(You know baby)
(Almost)
(Is never enough baby) never
(At all)
(Hey ey ey)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Remaja : Missing You

Rasanya semua berjalan terlalu cepat. Kita berkenalan, kemudian bercerita tentang banyak hal sampai aku merasa bahwa kamu adalah milikku. Kamu membawa perasaan aneh pada hatiku. Setiap hari rasanya hanya ingin bertemu denganmu, atau hanya sekedar saling berbicara di telefon. Entah mengapa semua waktu kosong dalam hariku sudah terpenuhi dengan namamu. Hanya dengan memikirkanmu bisa membuat perasaanku tak karuan. Hariku yang biasa berganti penuh senyum tiap kali membayangkan hidupku denganmu.   Perasaanku tiap detiknya semakin dalam padamu. Kisah yang awalnya hanya ingin berteman, kini berharap lebih. Ada perasaan takut kehilangan walaupun kamu ada disampingku. Cemburu seakan sudah bersarang dalam hatiku. Otak dan jiwaku seakan dibawah kendalimu. Rasanya sesak aku bernafas ketika jauh dan takut ketika bersama. Aneh, aku tidak pernah menyukai sesuatu terlalu berlebihan seperti saat ini. Aku membayangkan diriku bagai drakula yang meminta darah darimu. Tak bisa hidup tanpa ...

Cerpen Remaja : Kebodohanku Karena Cinta

            Jika saja aku melepaskanmu lebih cepat, pasti tidak akan sesakit ini. Jika saja aku mengikuti logika dan pergi menjauhimu, pasti aku tidak menjadi gadis bodoh seperti ini. Dan jika saja kita tidak pernah bertemu, maka aku akan tetap gadis biasa yang tak mengenal rasa dari dikhianati. Semua itu diawali dengan kata jika yang tak mungkin lagi dapat aku ambil. Sekarang hanya tertinggal bayanganmu bersama air mataku yang terbuang sia-sia.             Kamu membuang banyak rayuan yang membuat gadis manapun terlena. Bahkan dengan teganya, kamu menipu gadis pendiam sepertiku dengan mimpi manis dari cinta. Tak heran jika kamu berani mengumbar kasih pada wanita lain didepanku. Aku benar-benar gadis bodoh yang mau diperdaya olehmu. Ya, aku menyesal telah mengenal cinta darimu.             Kamu tidak pernah tahu ...

Cerpen Remaja : Harapan, Cepatlah Datang

            Ku pandangi awan yang menghitam ditiup angin. Suara ribut dari langit seakan menjadi simfoni yang tepat bagiku sekarang. Kilatan cahaya terkadang juga menyapa, membuka dunia dari gelapnya mendung. Bahkan cahayanya cukup untuk membuat mata ini teringat kenangan terakhir kita dalam kilasan cepat. Pertemuanku denganmu yang mengakhiri semuanya. Hubungan, cinta dan hidupku terputus sejak hari itu. Hari aku memulai tangis yang berkepanjangan.         Tetes demi tetes langit mulai berjatuhan ke perut bumi. Bersamaan dengan jatuhnya hujan, air matakupun ikut melayang bersamanya dan lamunanku pergi ke saat-saat aku merindukanmu. Hari dimana aku duduk disudut ruangan menanti kedatanganmu meski aku tahu kau tak akan pernah datang. Hari dimana aku menjadi pecandu pada senyummu yang melegakan dahagaku. Hari dimana aku bisa memanggil namamu dengan ringan dan penuh cinta. Tapi ...