cookieChoices = {}; Additional Hours of Lesson Langsung ke konten utama

Additional Hours of Lesson



Additional Hours of Lesson

Now, in our school has been held additional hours of lesson. Usually we go home at 2 p.m. from school, but now it has become 3.45 p.m. from school. Is it good or bad for student’s condition? Therefore, what are the advantages of additional hours of lesson?

First of all, the additional hours of lesson can finish the materials of lesson faster than usually. For example: Physics, without additional hours it can be finished in fifth meeting. But with additional hours can be finished in fourth meeting. This is helpful for us.

Secondly, the additional hours can use for asking some question that we are not understand yet. Then, it can help us for practice some question of the final examination.

However, an additional hours have disadvantages. Most of students feel over suppressed with the learning process that is too tight and fast, and longer. Of course, it is not good for the psychology of student.

Besides that, the additional hours makes student tired. Therefore, the students do not focus with the lesson.

In conclusion, there are both advantages and disadvantages. We think the additional hours are helpful, especially for twelve grade students to prepare the final examination.

 ***

For my sister : Sis, will you help me? There are a task to make some discussion text. And what you have see was my work with my members. I think it was so awful. I wanna you to check my work and call me if you have already. Thankful and miss you, sis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nggak Usah Dibaca

Assalamu'alaikum. Wr. Wb Entah kejedot apa, tapi hati Devy lagi tenang sekarang. Yah, itupun jika kalian dapat memperhatikan dari gaya menulisku yang terkesan lebih lembut. Untuk lagu pengiring di sore hari dengan hujan rintik-rintik ini adalah "Always by 5Who". Sekilas feeling buat yang belum tahu. Lagu ini adalah lagu duet yang menceritakan cinta dan diiringi musik yang lambat serta ringan. Recommended buat para jomblo ditengah gerimis. Sebenarnya tidak hal penting apapun yang bisa Devy ceritakan. Sedikit curhat, Devy kan gadis 17 tahun yang duduk dibangku kelas 12 SMA IPA, jadi sibuk sama Try Out dan ujian praktek. Jadi harap maklum kalau Devy malas ngeblog setahun ini. Bukan begitu! Devy hanya terlalu lelah bukannya ingin melupakan kalian. Sungguh! Devy udah silangkan jari kaki nih! Jari tangan juga deh! Yaudah ya! Judulnya aja "Ngga Penting", ya isinya juga! Devy izin tidur dulu ya! Selamat malam semuaaa...

Cerpen Remaja : Halte Cinta

Aku berharap aku bisa kembali bertemu dengannya lagi       Sekarang aku sedang ada dikelas, sambil menatap keluar jendela disaat hujan. Teman-temanku yang lainnya juga sedang sibuk dengan percakapan mereka sendiri, mungkin hanya aku saja yang menikmati lukisan indah hari hujan ini, atau mungkin dia juga sama denganku.        Ramai jatuhnya air seakan bertanya tentang hari-hariku setelah bertemu dengannya? Ah… malu rasanya memikirkan hal itu lagi. Sebenarnya, setiap detik, menit dan hembusan nafasku tak pernah absen untuk menjengukknya dalam otakku. Seakan mata ini selalu dibingkai dengan senyumannya dan telinga ini selalu menyetel ulang suaranya. Kau hujan, apakah menurutmu aku bodoh? Bodoh karena telah berani menggilai sebuah sayap.        Kubuka jendela dan ku dengar simfoni indah tetesan surga yang mencair. Surga kecilku telah berevolusi menjadi taman bunga berwarna dengan sepasang ayunan ...

Cerpen Remaja : Bosan...

           Udara dingin dan aroma hujan menemaniku dalam kegalauan hati. Hujan gerimis yang sejak tadi belum mereda menjadi teman menunggu dibawah pohon. Ku termenung sambil melayang dalam lamunan. Terbang dalam mimpi bak daun yang gugur tertiup angin. Sejenak aku memikirkan tentang keadaanku, keadaan ketiga kakakku, keadaan rumah lalu kembali lagi ke diriku. Lalu kualihkan kedalam buku tebal yang selalu menemaniku beberapa hari ini.            Ditengah jalan cerita dalam novel, seekor semut merah datang mengajakku bermain. Ku ikuti arah jalan semut merah yang bergerak mengelilingi tanganku. Lalu beralih ke novel yang aku pegang. Mungkin semut juga ingin tahu bagaimana Tara bisa bersatu kembali dengan kakaknya, pikirku dalam hati. Tapi bagaimana mungkin semut bisa membaca novel yang hurufnya saja lebih besar dari tubuhnya. Perlahan senyumku mengembang. Ku letakkan tanganku kembal...