cookieChoices = {}; Flipped movie Langsung ke konten utama

Flipped movie

Hello, friends! What are you doing?
I just want notice you guys. Hey, are you  movie lovers? I have one lovely movie.
Do you have see this film?

For those of you who have never seen this movie, then you will see the fed-up when you saw it for the first time. But actually, this film is very interesting for a melancholy. Ancient , romantic and light. So fun. Moreover tthis movie has attach a words. Like watching a novel!Oh, flashback of this movie will not make you bored. By setting the time taken is the 1950s until the 1960s.
This movie has some message in that can be taken, it is:1. Always look at something issue or matter not of a personal view of course. Look also in terms of other peopleIn this film, we can not blame Bryce on July because the view of everyday life he was annoyed and uncomfortable with what was done to him in July. See also July. We can not blame the way to Bryce because it is the expression of a feeling of joy to Bryce.
2. Exactly how we judge a person, depending on our closeness to that personThis is related to views about July. Bryce saw it as an ordinary girl wrote. But look, just look at Bryce's grandfather in July it was a girl full of spirit which has advantages not possessed by others. It can be seen by Bryce's grandfather because he was close to July.
3. Honestly it was sometimes painful for others but will be much more painful if we are not honest and he knows that sooner or laterWell, watch as the story about the chicken eggs are given in July to Bryce.
4. Courage can solve many problemsIf Bryce courage to express what he thought about what was said to him on July Garret in libraries, July certainly will not be so mad
5. He said it was difficult to guess girl but I tell you that the guy who does not understand the basic properties of chickit revealed the reason, why refuse a kiss Bryce July? undreamed-impikannya things start small. After watching the rest of it, well finally know why.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ndak Penting #Sloo

Hai, ini aku lagi. Aku harap masih ada bagian dariku yang mengingatkan kalian padaku dulu. Ya, dulu. Dulu ketika aku masih bisa tidur karena ngantuk dan masih bisa menonton semua serial tv yang aku sukai. Sekarang itu semua seakan hanya sebuah mimpi yang terkadang terwujud dalam beberapa jam saja. Kenikmatan itu ada, tapi hanya sebagian kecilku yang dulu. Maafkan aku jika isi entry ini sama sekali tidak penting. Aku hanya sedang bosan diantara laporan dan segala draft jadi yang harus aku kerjakan malam ini. Entah terbentur apa hingga aku teringat blog ini. Blog kekanakan dan lebay, kata kakakku. Aku serius. Aku sangat kesepian. Aku sangat kesepian di keramaian khalayak kampus yang berjubel. Aku masih kosong disaat jadwal harianku penuh dengan deadline. Hatiku tetap beku meskipun sering berlari ke kampus di siang hari. Aku merasa tak ada perubahan signifikan dari hatiku. Aku masih rapuh namun berlagak tangguh. Tak pernah berkawan, Tak pernah mengenal cin...

Review : Time to Show Off

RESENSI Time to Show Off By Laura Khalida Judul                     : Time to Show Off Penulis                   : Laura Khalida Penerbit                 : Gema Insani Tanggal Terbit          : 2007 Jumlah Halaman       : 182 halaman             Laura Khalida adalah penulis yang sudah tenar diberbagai majalah dan tabloid ternama, seperti Majalah Muslimah, Tabloid Parle, Koran Republika dan berbagai macam lainnya. Wanita lulusan Ilmu Sosial dari Fikom Universitas Sahid ini mengaku pernah gagal dan terpuruk dibalik nama besarnya sekarang. Namun ia bangkit dan  sukses hingga ...

Cerpen Remaja : Harapan, Cepatlah Datang

            Ku pandangi awan yang menghitam ditiup angin. Suara ribut dari langit seakan menjadi simfoni yang tepat bagiku sekarang. Kilatan cahaya terkadang juga menyapa, membuka dunia dari gelapnya mendung. Bahkan cahayanya cukup untuk membuat mata ini teringat kenangan terakhir kita dalam kilasan cepat. Pertemuanku denganmu yang mengakhiri semuanya. Hubungan, cinta dan hidupku terputus sejak hari itu. Hari aku memulai tangis yang berkepanjangan.         Tetes demi tetes langit mulai berjatuhan ke perut bumi. Bersamaan dengan jatuhnya hujan, air matakupun ikut melayang bersamanya dan lamunanku pergi ke saat-saat aku merindukanmu. Hari dimana aku duduk disudut ruangan menanti kedatanganmu meski aku tahu kau tak akan pernah datang. Hari dimana aku menjadi pecandu pada senyummu yang melegakan dahagaku. Hari dimana aku bisa memanggil namamu dengan ringan dan penuh cinta. Tapi ...